Minggu, 27 November 2016

Fungsi alat musik kolintang .

Fungsi Alat Musik Kolintang. Dilihat dari asal katanya, Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Kolintang merupakan alat musik perkusi yang berasal dari Minahasa (Sulawesi Utara),dan termasuk dalam kelompok perkusi bernada (pitched percussion). Dahulu dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang dinyatakan dengan ungkapan "Maimo Kumolintang" artinya "Mari kita ber Tong Ting Tang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain musik.

Fungsi Alat Musik Kolintang


Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti alat musik aramba. 


Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.

Sumber Bunyi Kolintang

Sumber bunyi kolintang berasal dari wilahannya (bar) yang bergetar apabila dipukul. Wilahan(bar) kolintang terbuat dari kayu yang dikategorikan dalam kelompok kayu lunak. Kayu yang biasa dipakai untuk wilahan antara lain :
  1. Kayu telur (Alstonia sp)
  2. Kayu wenuang (Octomeles Sumatrana Miq)
  3. Kayu cempaka (Elmerrillia Tsiampaca)
  4. Kayu waru (Hibiscus Tiliaceus).

Karakteristik kayu wilahan tersebut diatas, rata rata mirip yaitu: ringan,padat dan berserat lurus serta menghasilkan bunyi yang nyaring apabila dipukul.





sumber : http://fungsialat.blogspot.co.id/2016/04/fungsi-alat-musik-kolintang.html

Pengertian alat musik kolintang .

Kolintang atau kulintang adalah alat musik yang terdiri dari barisan gong kecil yang diletakkan mendatar. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong tergantung yang lebih besar dan drum. Kolintang merupakan bagian dari budaya gong Asia Tenggara, yang telah dimainkan selama berabad-abad di Kepulauan Melayu Timur - Filipina,Indonesia Timur, Malaysia Timur, Brunei, dan Timor.[6] Alat musik ini berkembang dari tradisi pemberian isyarat sederhana menjadi bentuk seperti sekarang.[5] Kegunaannya bergantung pada peradaban yang menggunakannya. Dengan pengaruh dari Hindu, Buddha, Islam, Kristen, dan Barat, Kulintang merupakan tradisi gong yang terus berkembang.
Di Indonesia Kolintang dikenal sebagai alat musik perkusi bernada dari kayu yang berasal dari daerah Minahasa Sulawesi Utara. Kayu yang dipakai untuk membuat Kolintang adalah kayu lokal yang ringan namun kuat seperti ka
yu Telur (Alstonia sp),kayu Wenuang (Octomeles Sumatrana Miq),kayu Cempaka (Elmerrillia Tsiampaca),kayu Waru (Hibiscus Tiliaceus), dan sejenisnya yang mempunyai konstruksi serat paralel. Nama kolintang berasal dari suaranya:tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.


angklungis15surabaya.blogspot.com




sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Kolintang

Asal usul / sejarah dari alat musik kecapi .

Asal Usul Kecapi

12JUL
Sejarah alat musik kecapi
kecapi-indung
Alat musik tradisional kecapi merupakan alat musik klasik yang selalu mewarnai beberapa kesenian di tanah Sunda. Membuat kecapi bukanlah hal gampang. Meski sekilas tampak kecapi seperti alat musik sederhana, tetapi membuatnya tidaklah gampang.
Untuk bahan bakunya saja terbuat dari kayu Kenanga yang terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Sedangkan senarnya, kalau ingin menghasilkan nada yang bagus, harus dari kawat suasa (logam campuran emas dan tembaga), seperti kecapi yang dibuat tempo dulu. Berhubung suasa saat ini harganya mahal, senar Kecapi sekarang lebih menggunakan kawat baja.
kecapi Suling merupakan perangkat waditra Sunda yang terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda. Waditranya terdiri dari kecapi dan Suling. kecapinya terdiri dari kecapi Indung atau kecapi Parahu atau kecapi Gelung. Selain disajikan secara instrumentalia, kecapi Suling juga dapat digunakan untuk mengiringi Juru Sekar yang melantunkan lagu secara Anggana Sekar atau Rampak Sekar. Lagu yang di sajikannya di antaranya : Sinom Degung, Kaleon, Talutur dan lain sebagainya. Laras yang di pergunakannya adalah laras Salendro, Pelog atau Sorog.
Sejarah alat musik kecapi berasal dari daerah Sunda. Alat musik kecapi dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kecapi suling.
Asal usul alat musik kecapi dalam bahasa sunda juga merujuk kepada tanaman sentul, yang dipercaya kayunya digunakan untuk membuat alat musik kecapi.
Alat musik tradisional kecapi merupakan alat musik kelasik yang selalu mewarnai beberapa kesenian di tanah Sunda ini. Membuat kecapi bukanlah hal gampang. Meski sekilas tampak kecapi seperti alat musik sederhana, tetapi membuatnya tidaklah gampang. Untuk bahan bakunya saja terbuat dari kayu Kenanga yang terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Sedangkan senarnya, kalau ingin menghasilkan nada yang bagus, harus dari kawat suasa (logam campuran emas dan tembaga), seperti kecapi yang dibuat tempo dulu. Berhubung suasa saat ini harganya mahal, senar Kecapi sekarang lebih menggunakan kawat baja.
Nada dalam kecapi sunda memiliki 5 ( pentatonis ) tangga nada yaitu Da, Mi, Na, Ti, La, .
Pasangan alat musik kecapi sunda ini biasanya adalah suling sunda yang terbuat dari bambu. Alunan musik yang mengalir akan terasa mempesona pada telinga kita jika di mainkan keduanya. Kalau saya sendiri suka rindu akan kampung halaman.

Cara memainkan alat musik tradisional Kecapi.

Cara Memainkan Alat Musik Kecapi

Alat musik ini dimaikan dengan cara dipetik. teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. Selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. 

Berikut adalah cara memainkannya: 

  1. Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Posisi dan gerakan jarinya adalah: satu telunjuk kanan melipat ke daiam, ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik); dan dua telunjuk kiri agak lengkung ke bawah, ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari), sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor), ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan, dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjukkanan dan kiri. Fungsi dari masing-masing jari di atas ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi, ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. 
  2. Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. 
Fungsi Alat Musik Tradisional Kacapi



 sumber: http://fungsialat.blogspot.co.id/2016/09/fungsi-alat-musik-tradisional-kacapi.html




pengertian kecapi

kecapi merupakan alat musik Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kacapi suling.
Rincian unsur nada dalam sebuah kacapi parahu.
Kata kacapi dalam bahasa Sunda juga merujuk kepada tanaman sentul, yang dipercaya kayunya digunakan untuk membuat alat musik kacapi.
Kacapi parahu adalah suatu kotak resonansi yang bagian bawahnya diberi lubang resonansi untuk memungkinkan suara keluar. Sisi-sisi jenis kacapi ini dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai perahu. Pada masa lalu, kacapi ini dibuat langsung dari bongkahan kayu dengan memahatnya.
Kacapi siter merupakan kotak resonansi dengan bidang rata yang sejajar. Serupa dengan kacapi parahu, lubangnya ditempatkan pada bagian bawah. Sisi bagian atas dan bawahnya membentuk trapesium.
Untuk kedua jenis kacapi ini, tiap dawai diikatkan pada suatu sekrup kecil pada sisi kanan atas kotak. Mereka dapat ditala dalam berbagai sistem: pelog, sorog/madenda, atau salendro.
Saat ini, kotak resonansi kacapi dibuat dengan cara mengelem sisi-sisi enam bidang kayu.




 sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kacapi

Jumat, 25 November 2016

Cara memakai alat musikAngklung.

Cara Memainkan Alat Musik Angklung

Sebagai pemuda bangsa, anda harus bangga terhadapa alat musik angklung, karena Angklung merupakan alat musik tradisional indonesia yang dikenal di seluruh dunia, bahkan tak jarang warga negara asing mau belajar untuk memainkan angklung. Nah, anda sebagai orang Indonesia pasti merasa malu jika anda tidak bisa memainkan alat musik tradisional khas Indonesia tersebut.
angklung
angklung
Sebagai pemuda bangsa, anda harus bangga terhadapa alat musik angklung, karena Angklung merupakan alat musik tradisional indonesia yang dikenal di seluruh dunia, bahkan tak jarang warga negara asing mau belajar untuk memainkan angklung. Nah, anda sebagai orang Indonesia pasti merasa malu jika anda tidak bisa memainkan alat musik tradisional khas Indonesia tersebut.
Layaknya alat musik pada umumnya angklung juga memiliki kunci-kunci nada. Hanya bedanya material penghasil suara dari angklung terbuat dari bambu. Cara bermain angklung juga unik dan berbeda dengan alat musik lain. Angklung juga memiliki kekhasan dalam memainkannya yaitu dengan menggetarkannya, berbeda dengan alat musik lain yang biasanya menghasilkan suara dengan cara dipetik atau dipukul.
Cara memegang dan menggetarkan angklung juga tidak sembarangan, ada teknik yang harus anda perhatikan, jika salah teknik memegangnya bisa-bisa angklung tidak mengeluarkan bunyi yang harmoni.

Berikut adalah teknik memegang dan menggetarkan angklung dengan benar.

1. Anda harus mengatur posisi angklung. Posisi angklung yang benar adalah tabung yang tinggi berada pada bagian kanan anda, sedangkan tabung yang kecil berada pada bagian kiri anda. Posisi angklung harus lurus dan tidak boleh miring.
2. Setelah posisi angklung tepat, selanjutnya atur posisi tangan anda. tangan kiri anda memegang angklung tepat dibagian simpul atas angklung, sedangkan tangan kanan angklung memegang angklung pad bagian bawahnya. Tangan kiri anda dapat mengenggam ke arah atas atau ke arah bawah. Usahakan kedua tangan anda tetap lurus.
3. Tangan kanan anda bertugas untuk menggetarkan angklung, sedangkan tangan kiri anda hanya memegang angklung saja tanpa menggetarkannya. Gerakkan tangan kanan anda dari arah kanan ke kiri, lakukan gerakan getaran dengan cepat dari pergelangan tangan kanan anda.
4. Apabila anda memegang lebih dari satu angklung. Pastikan angklung yang berukuran besar anda letakkan lebih dekat dengan badan anda. Jika ukuran angklungnya lumayan besar, anda bisa memasukkan angklung ke dalam lengan anda agar lebih mudah untuk dimainkan.
Namun jika ukuran angklungnya kecil, anda cukup memegangnya saja dan berikan jarak antara kedua angklung agar kedua angklung tidak saling bersinggungan ketika dimainkan.
Setelah anda memahami teknik memegang dan menggetarkan angklung. Anda dapat memahami langkah-langkah memainkan angklung.

Di bawah ini merupakan teknik dasar dalam bermain angklung.

1. Teknik Getaran panjang

Teknik getaran panjang yaitu memainkan angklung dengan cara menggerakkan angklung secara panjang sesuai dengan nilai nada yang ingin anda mainkan. Sehingga nada yang dimainkan saling sambung menyambung dan tidak terputus-putus.

2. Teknik Staccato

Teknik staccato yaitu memainkan angklung dengan cara tidak menggetarkannya seperti biasa, tetapi dengan cara diketok sehingga menghasilkan bunyi angklung yang pendek. Untuk menghasilkan bunyi pendek, anda harus sedikit memiringkan posisi angklung dan tabung dasar kanan angklung dipukulkan pada tangan kanan anda.

3. Teknik Tengkep

Teknik tengkep yaitu memainkan angklung dengan cara menahan dan menutp tabung kecil sehingga tidak ikut berbunyi. Teknik ini digunakan untuk menghasilkan suara angklung yang lebih halus.
Setelah anda paham dengan teknik dasar memainkan angklung, anda dapat mencobanya untuk menambah kemampuan anda di bidang musik. Belajarlah untuk mencintai negeri sendiri dengan cara mencintai dan melestarikan alat musik tradisional Indonesia, sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan oleh generasi penerus anda di masa yang akan datang.



 sumber : http://carageek.com/pendidikan/cara-memainkan-alat-musik-angklung/371/

Cara membuat alat musik angklung .

1. Proses Pemilihan Bahan Bambu yang baik


Bambu adalah bahan baku dari Angklung. Dipilih berdasarkan usia yaitu minimal 4 tahun dan tidak lebih dari 6 tahun dan dipotong pada musim kemarau dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore hari. Setelah memotong dasar dari pohon bambu, dengan ukuran kurang lebih 2-3 jengkaldari permukaan tanah, bambu harus disimpan selama sekitar 1 minggu, sehingga bambu benar2 tidak berisi air.

Setelah seminggu, bambu harus dipisahkan dari cabang-cabangnya. Dan dipotong menjadi berbagai ukuran tertentu. Kemudian, bambu harus disimpan selama sekitar satu tahun untuk mencegah dari gangguan hama. Beberapa prosedur adalah: dengan cara merendam bambu di genangan lumpur, kolam atau sungai, juga bisa dengan cara diasapi di perapian (diunun), dan prosedur modern: dengan menggunakan formula cairan kimia tertentu.


2. Bagian Bahan Bambu yang digunakan untuk membuat Angklung


Angklung terdiri dari 3 bagian:

Tabung Suara
Bagian terpenting dari suatu Angklung, adalah tabung suara yang menghasilkan intonasi. Proses setem dapat menghasilkan intonasi.

Kerangka
Kerangka tabung untuk tempat berdiri di.

Dasar
Berfungsi sebagai kerangka tabung suara.

3. Proses Penyeteman


Pembentukan tabung suara
Ini adalah proses membentuk bambu menjadi sebilah tabung suara.

Proses Penyeteman
Ini adalah proses meniup bagian bawah tabung angklung dan menyamakan suaranya ke alat tuner.

Proses utama dari penyeteman
Ini adalah proses penyeteman suara dengan meninggikan dan menurunkan nada dengan membunyikan nadanya. Dan ini juga merupakan proses meninggikan nada dengan memotong bagian atasnya sedikit, dan menurunkan nada dengan menyerut kedua sisi bilah tabung dengan pisau.


Cara menggunakan alat Tuner:

Untuk menggunakan tuner, kita harus memperhatikan baik dari lampu di sebelah kiri dan kanan dari panel, dan juga jarum penunjuk.

Sebagai contoh, jika Anda akan membuat sebuah nada “F”, anda harus menggoyangkan angklung sembari memperhatikan baik dari lampu yang akan menyala bersamaan, dan untuk jarum penunjuk yang akan menunjukkan angka “F”.


4. Tahap Akhir

Setelah masing-masing tabung suara memiliki nada, tabung harus diletakkan ke dalam rangka dan diikat dengan tali rotan.

5. Pemeliharaan

Menala / Men-stem Angklung

Apabila suara Angklung menjadi lebih tinggi, hendaknya daun Angklung (sisi A) diraut dengan pisau raut sedikit demi sedikit hingga mencapai suara yang dikehendaki.

Apabila suara Angklung menjadi lebih rendah, hendaknya ujung Angklung (sisi B) dipotong sedikit demi sedikit sehingga suaranya menjadi normal kembali.

Penyimpanan dan Pemeliharaan Angklung

Untuk dimaklumi bahwa Angklung terbuat dari bahan bambu, konstruksi atau kekuatannya tidak seperti bahan logam, sehingga perlu pemeliharaan dan penyimpanan yang baik. Angklung yang baik terbuat dari bahan bambu yang telah melewati proses quality control yang baik. Lama penyimpanan bambu sebelum diproses menjadi Angklung sedikitnya harus berumur satu tahun. Proses pengeringan bambu ini berfungsi agar Angklung yang dibuat menghasilkan suaranya tepat/nyaring dan tidak mudah terkena hama rayap. Usia Angklung apabila perawatannya baik dapat mencapai 10 tahun.

Berikut adalah langkah- langkah yang dapat dilakukan untuk memelihara instrument Angklung:

Begitu Angklung tiba di tempat yang baru, segeralah buka dan gantungkan pada tiang standard yang telah disediakan. Penyimpanan dalam kardus/tempat tertutup lebih dari 7 hari dapat mengakibatkan perubahan suara dan penjamuran pada bambu.

Penyimpanan Angklung sebaiknya dengan cara digantung, tidak ditumpuk.

Penyimpanan Angklung haruslah di tempat kering dan tidak lembab dengan temperatur berkisar 25 – 33 C.

Jangan simpan Angklung di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari/hujan secara langsung.

Untuk memelihara Angklung dari penjamuran dan rayap, gunakan obat anti rayap dan jamur produksi SAU secara teratur 2 minggu sekali dengan proses penyemprotan.

Untuk menjaga kualitas suara lakukanlah penalaan/re-tuning Angklung secara berkala.

Bagi Angklung yang disimpan di daerah panas dengan suhu temperatur >30 C terkadang menyebabkan sedikit retak pada pangkal tabung. Hal ini tidak mengganggu suara, dan penanganannya cukup diberikan lem kayu. (sumber: angklung ujo)
 
 
Sumber : http://www.tukangangklung.com/2011/03/cara-membuat-alat-musik-angklung.html